- Buka aplikasi pakcet tracer.
- Buat gambar simulasi server, switch, dan client
Ø LANGKAHNYA :
a) Pilih
menu end divices, pilih gambar seperti server, lalu darg ke halaman
simulasi, kemudian pilih client dan drag ke halaman simulasi
b) Pilih switces untuk mengambil switch yang lubang portnya banyak
c) Pilih
menu connerctor, untuk menghubungkan antara server, switch, dan client.
Pilih kabel straigtlalu hubungkan kabel itu dari server ke switch.
Pilih fast Ethernet. Kemudian hubungkan kabel straigt dari switch
menuju client.
d) Klik dobel gambar server hingga muncul kotak dialog.
e) Pilih
menu config, lalu lakukan pengisian nomor gateway, jika sudah selesai
klik menu fast Ethernet. Lakukan pengisian IP Address dan Subnet Mask.
Jika sudah selesai klik tombol Close.
f) Klik gambar client sehingga muncul kotak dialog.
g) Pilih
menu config, lalu lakukan pengisian nomor gateway, gateway client
diambil dari nomor IP server. Jika sudah selesai klik menu fast
Ethernet. Lakukan pengisian IP Address dan Subnet Mask. Jika sudah
selesai pilih menu desktop, klik command prompt untuk mengecek apakah
client sudah terhubung dengan server. Lalu ketik (ping nomor IP server) Ex : 192.168.1.1, lalu tekan Enter. Tunggu hingga ada tulisan
(Reply from 192.134.1.1: bytes=32 time=152ms TTL=128).
Jika sudah klik tombol close.
e-IT
June 10, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Ø Cara Membuat Jaringan Client-Server dengan 2 Komputer :
ü Alat Dan Bahan :
1. 2 buah PC yang sudah terpasang LAN Card
2. 2 buah kabel UTP berjenis Straight
3. 1 buah switch
ü Langkahnya :
1. pasangkan
kedua PC tersebut dengan kabel UTP, dengan urutan dari computer 1
dihubungkan ke switch, kemudian dari switch ke computer 2
2. Lakukan pemberian IP Address pada computer 1 yang bertugas sebagai server
-EX : IP : 192.168.1.1
SM : 255.255.255.0
GW : 192.168.1.10
3. Lakukan pemberian IP Address pada computer 2 yang bertugas sebagai client
-EX : IP : 192.168.1.2
SM : 255.255.255.0
GW : 192.168.1.1 (Gateway dari IP Server)
Ø Cara Melakukan Pemberian IP Address, Subnet Mask, dan Gateway :
1. Klik Start
2. Pilih Control Panel
3. Pilh Network Connections
4. Klik tombol Properties
5. Lalu sorot Internet Protocol TCP/IP
6. Klik Properties
7. Klik pilihan (use the following IP Address)
8. Lalu isi kolom IP, Subnet Mask, dan Gateway
9. Jika sudah terisi dengan benar, klik OK
e-IT
June 10, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Penggubahan netmask untuk mempercepat jalur data
Jika anda mempunyai komputer sebanyak 30 PC dan anda merencanakan menggunakan net id 192.168.1.0 maka nomor ip yang digunakan misalnya 192.168.1.1 s/d 192.168.1.30 , sedangkan kita ingat bahwa peluang dari network id 192.168.1.0 bukan hanya berakhir sampai di 192.168.1.30 tetapi sampai 192.168.1.254 sehingga secara software ini akan memperlambat jalur data (pada jaringan kecil 14 hal ini tidak terlu berpengaruh), untuk itu perlu dibatasi secara tepat sehingga kemubaziran dapat minimalkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah netmask dengan langkah berikut:
-----------------------------------------
| jumlah komputer = ( 2 ^ N ) – 2 |
-----------------------------------------
dimana N adalah jumlah bit yang tersisa.
-------------------------------------------------
penjelasan: |
bit bagian terpakai--|--bit bagian tersisa |
------------------------------------------------
30 = ( 2 ^ N ) – 2
2 ^ N = 32
N = 5
Jika N tidak menghasilkan angka bulat gunakan angka yang mendekati tetapi tidak boleh lebih kecil. Dengan demikian jumlah bit yang tersisa adalah 5 dan tentunya jumlah bit yang terpakai adalah 3 (karena jumlah bit hanya sampai 8). Jumlah bit yang terpakai tersebutlah yang menentukan berapa netmask yang digunakan untuk 30 komputer.
bit yang terpakai | bit yang tersisa
________________|_________________
111 | 0000
128 + 64 + 32 = 224 (lihat tabel biner-desimal)
maka netmask yang digunakan dalam kasus ini adalah:
255.255.255.224
Membuat subnet dalam sebuah network dengan alasan menjaga trafik atau kekurangan network ID
Andaikan saja anda memepunyai 200 PC yang akan digunakan untuk sebuah kantor besar dan anda diberi network id = 192.168.1.0, dengan sangat mudah dapat membuat ip dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.200, Tetapi hal ini akan membuat alur data anda menjadi sibuk dan tentunya akan memperlambat laju data. Untuk itu ada cara untuk memisahkan beberapa komputer tersebut yang kita sebut subnet, yang mana antara
subnet tidak dapat berhubungan secara langsung, untuk dapat menghubungi antar subnet kita memerlukan perangkat keras tambahan berupa sebuah PC Router atau Router. Menentukan berapa bagian yang akan anda pisahkan adalah langkah awal, misalnya anda akan memisahakan komputer yang banyak tersebut kedalam 15 bagian atau kita sebut saja 15 subnet.
-----------------------------------------------------------------------
Mentukan jumlah max komputer per subnet = (2 ^ N) -2,
ket :
N = bit yang tersisa
-------------------------------------------------------------------------
Jumlah subnet = 2 ^ n
ket :
n = bit yang terpakai
------------------------------------------------------------------------
Jumlah subnet = 2 ^ n 15 = 2 ^ n n =4
Dengan demikian kita dapat mengetahui N dari hasil n, yakni ada 4 bit yang tersisa.
host per subnet = (2 ^ n) -2
= (2 ^ 4) -2
= 14
Sehingga kita hanya boleh menaruh setiap divisi sebanyak 14 PC (jika 15 divisi yang anda inginkan). Untuk mengetahui berapa subnet, range alamat IP dan roadcast dapat diketahui dari hasil bit yang terpakai (n) Berikut adalah kombinasi 4 digit (nol dan satu) yang terpakai:
1 0000
2 0001
3 0010
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
10 1010
11 1101
12 1111
13 1011
14 1110
15 0011
langkah selanjutnya adalah mencari berapa nomor subnet,broadcast dari setiap kombinasi tersebut. Kita akan mengambil contoh pada kombinasi yang ke-14:
1110|0000 s/d 1110|1111
atau
224 s/d 239
Sesuai persolan di atas, maka ip yang digunakan pada kombinasi ke-14 ini adalah :
192.168.1.224 s/d 192.168.239, dimana yang menjadi
subnet : 192.168.1.224
broadcast : 192.168.1.239
range IP : 192.168.1.225 s/d 192.168.238
subnet, broadcast dan range yang barusan kita selesaikan adalah untuk kombinasi yang ke-14, yang harus anda selesaikan adalah semua kombinasi tersebut untuk mendapatkan semua penomoran ip untuk 15 divisi yang anda inginkan.
Implementasi Subneting pada Jaringan
Pada materi penamaan IP address kita telah mengenal subnet atau netmask. Subnet di sini agak berbeda dengan pemahaman kita sebelumnya yang mendefenisikan subneting adalah identitas kelas.
Untuk memberikan penamaan subnet pada sistem windows dilakukan pada kotak dialog pemberian nama alamat IP (lihat materi sub bab 3.2 dan lihat pula gambarnya). Pada kotak dialog tersebut, ubah subnet mask dengan subnet yang anda dapatkan melalui perhitungan pada pembahasan bab 6. Selanjutnya pilih OK dan seterusnya.
Pada sistem linux penamaan subnet dapat dilakukan dengan perintah berikut:
# ifconfig eth0 192.168.1.254 netmask 192.168.1.224 up
Silahkan membaca kembali sub bab 3.1 untuk konfigurasi yang lebih baik dan sesui standar umum.
e-IT
May 20, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Urutan kabel UTP straight dan cross
Saya disini akan memberikan solusi bagaimana cara menghapal dengan
cepat dua urutan pengabelan yakni Straight dan Cross. Sebelumnya saya
akan menjelaskan kegunaan Straight dan Cross. Kabel Straight digunakan
untuk menghubungkan NIC dengan Switch atau NIC dengan Hub, sementara
kabel Cross digunakan untuk menghubungkan NIC dengan NIC atau Hub
dengan Hub.
Berikut ini adalah urutan pengabelan Straight :Ujung A
- Putih Orange
- Orange
- Putih Hijau
- Biru
- Putih Biru
- Hijau
- Putih Coklat
- Coklat
- Putih Orange
- Orange
- Putih Hijau
- Biru
- Putih Biru
- Hijau
- Putih Coklat
- Coklat
Ujung A
- Putih Orange
- Orange
- Putih Hijau
- Biru
- Putih Biru
- Hijau
- Putih Coklat
- Coklat
- Putih Hijau
- Hijau
- Putih Orange
- Biru
- Putih Biru
- Orange
- Putih Coklat
- Coklat
Sedangkan untuk kabel Cross anda cukup mengubah urutan 1 pindah ke 3, urutan 2 pindah ke 6 atau dengan kata lain 1-3, 2-6 dari urutan kabel straight. Untuk kabel Cross Ujung A urutannya kabel Straight dan Ujung B dirubah jadi 1-3, 2-6.
| UTP STRAIGHT | UTP CROSS | |
| PIN 1 | Putih Orange | Putih Hijau |
| PIN 2 | Orange | Hijau |
| PIN 3 | Putih Hijau | Putih orange |
| Pin 4 | Biru | Biru |
| Pin 5 | Putih Biru | Putih Biru |
| Pin 6 | Hijau | Orange |
| Pin 7 | Putih Coklat | Putih Coklat |
| Pin 8 | Coklat | Coklat |
UTP Cross
sumber:bosgentongs.wordpress.com
TCP/IP & Kelas-kelas IP Address
Pengalamatan bertujuan bagaimana
supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang sesuai (mesin tujuan) dan
bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah. Untuk itu
maka data dari suatu host (komputer) harus dilewatkan ke jaringan menuju host
tujuan, dan dalam komputer tersebut data akan disampaikan ke user atau proses
yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk tugas ini :
==>Addressing
IP address yang mengidentifikasikan
secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke
alamat yang benar.
==>Routing
Pengaturan gateway untuk mengirim
data ke jaringan dimana host tujuan berada.
==> Multiplexing
Pengaturan nomor port dan protokol
yang mengirim data pada modul software yang benar di dalam host.
Mengunggah Video...
Batal
Anda dapat melanjutkan mengedit posting Anda selama upload, namun tidak dapat menutup jendela ini atau mempublikasikannya hingga proses selesai. Memproses Video... Batal
Anda dapat menyimpan posting dan kembali mempublikasikan setelah proses selesai.
Masing-masing skema penting untuk
pengiriman data antar dua aplikasi yang bekerjasama dalam jaringan TCP/IP.
IP address berupa bilangan biner 32
bit dan ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan tanda
titik. Format penulisan IP adalah : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx, dengan
x adalah bilangan biner 0 atau 1. Dalam implementasinya IP address ditulis
dalam bilangan desimal dengan bobot antara 0 – 255 (nilai desimal mungkin untuk
1 byte). IP address terdiri dari bagian jaringan dan bagian host, tapi format
dari bagian-bagian ini tidak sama untuk setiap IP address.
Jumlah bit alamat yang digunakan
untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk
mengidentifikasi host berbeda-beda tergantung kelas alamat yang digunakan. Ada
tiga kelas alamat utama, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Dengan memeriksa
beberapa bit pertama dari suatu alamat , software IP bisa dengan cepat
membedakan kelas address dan strukturnya.
Untuk mempermudah pemakaian,
bergantung pada kebutuhan pemakai:
Kelas IP Address
A. IP Address kelas A :
A. IP Address kelas A :
~Bit pertama dari IP address adalah
0
~Jadi jaringan dengan IP yang byte
pertamanya : 0 – 127
~Hanya ada kurang dari 128 jaringan
kelas A
~Setiap jaringan kelas A bisa
mempunyai jutaan host
IP address kelas A diberikan untuk
jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
B. IP Address kelas B :
~Bit pertama dari IP address adalah
10
~Jadi jaringan dengan IP yang byte
pertamanya : 128 – 191
~Terdapat ribuan jaringan kelas B
~Setiap jaringan kelas B bisa
mempunyai ribuan host
IP address kelas B biasanya
dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas
B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
C. IP Address kelas C :
~Bit pertama dari IP address adalah
110
~Jadi jaringan dengan IP yang byte
pertamanya 192 – 223
~Terdapat jutaan jaringan kelas C
~Setiap jaringan kelas C hanya
mempunyai kurang dari 254 host
IP address kelas C awalnya digunakan
untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan
konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing
network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
. IP Address kelas D :
~Bit pertama dari IP address adalah
111
~Nomor jaringan dengan IP yang byte
pertamanya lebih dari 223
~Merupakan address yang dialokasikan
untuk kepentingan khusus
E. IP Address kelas E :
~Bit pertama dari IP address adalah
11110
~ Merupakan address yang
dialokasikan untuk Eksperimen
Domain Name System (DNS)
————————————–
————————————–
Domain Name System (DNS) adalah suatu
sistem yang memungkinkan nama suatu host pada
jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS
menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya:
microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS
menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya:
microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
==> SupernettingAda dua masalah
yang saling berkaitan, antara pemberian suatu kelas alamat pada suatu lembaga.
Pertama kelas alamat yang diberikan lebih kecil daripada jumlah host yang akan
dihubungkan. Dan yang kedua sebaliknya, kelas alamat yang lebih besar dari host
yang akan saling dihubungkan. Supernetting berkaitan dengan metode untuk
memanipulasi alokasi alamat yang terbatas sedemikian sehingga semua host yang
tersedia dapat dihubungkan ke jaringan. Jadi supernetting adalah menggunakan
bit mask alamat asal untuk membuat jaringan yang lebih besar.
==>Subnetting
Masalah kedua yang berkaitan dengan
bagaimana membuat suatu alokasi alamat lebih efisien, bila ternyata host yang
akan kita hubungkan ke jaringan lebih kecil daripada alokasi alamat yang kita
punyai. Yang jelas dengan menggunakan metoda subnetting, bit host IP address
direduksi untuk subnet ini. Sebagai contoh, subnet mask diasosiasikan dengan
alamat kelas B standart adalah 255.255.0.0. Subnet mask digunakan dengan
memperluas bagian jaringan dari suatu alamat kelas B dengan byte tambahan.
Misalnya sub mask 255.255.255.0 berarti dua byte pertama mendefinisikan
jaringan kelas B, byte ketiga menunjukkan alamat subnet, dan yang keempat baru
menunjuk pada host pada subnet yang bersangkutan. Masking yang byte-oriented
lebih mudah dibaca dan diartikan, tapi sebenarnya subnet masking bersifat
bit-oriented, jadi misalnya seseorang bisa saja membuat sub-mask
255.255.255.192. Tabel 2.1 mengilustrasi efek dari subnet-mask terhadap
bermacam-macam alamat jaringan :
==>IP Address
==>Subnetmask
==>Interpretasi
==>Subnetmask
==>Interpretasi
==>128.66.12.1
==>255.255.255.0
==>Host 1 pada subnet 128.66.12.0
==>255.255.255.0
==>Host 1 pada subnet 128.66.12.0
==>130.97.16.132
==>255.255.255.192
==>Host 4 pada subnet 130.97.16.128
==>255.255.255.192
==>Host 4 pada subnet 130.97.16.128
==>192.178.16.66
==>255.255.255.192
==>Host 2 pada subnet 192.178.16.64
==>255.255.255.192
==>Host 2 pada subnet 192.178.16.64
==>132.90.132.5
==>255.255.240.0
==>Host 4.5 pada subnet 132.90.128.0
==>255.255.240.0
==>Host 4.5 pada subnet 132.90.128.0
==>18.20.16.91
==>255.255.0.0
==>Host 16.91 pada subnet 18.20.0.0
==>255.255.0.0
==>Host 16.91 pada subnet 18.20.0.0
Efek Subnet Mask Terhadap IP Address

